Amankah Membersihkan Wajah Dengan Sabun Mandi?

Kesibukan membersihkan rumah, mengurus keperluan rumah tangga, mengurus anak, serta melayani suami seakan menjadi kesibukan harian yang tiada akhir bagi mom. Tak hanya menguras tenaga, aktivitas rumah tangga terkadang menjenuhkan. Kasur atau sofa di depan TV terasa lebih menarik saat mom memiliki waktu luang. Bagi mom yang hanya ingin praktis, membersihkan wajah mungkin cukup dengan menggunakan sabun mandi. Alasannya, sama-sama ingin membersihkan kulit dari debu dan kotoran setelah beraktivitas seharian. Namun, sudah benarkah cara membersihkan wajah tersebut? Amankah penggunaan sabun mandi untuk wajah?

1. Tekstur, Sensitivitas, Serta pH Yang Berbeda
Memang benar sabun mandi bisa digunakan untuk membersihkan kulit wajah, namun yang harus kamu ketahui bahwa terkstur kulit badan dan kulit wajah berbeda. Kulit tubuh lebih keras, sementara kulit wajah lebih lembut dan memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi. Perbedaan lainnya adalah tingkat keasaman. pH kulit wajah yang berada di tentang 4,0 – 5,5, pH sedikit lebih rendah daripada pH kulit tubuh sehingga lebih sensitif. Sementara itu, sabun mandi punya pH basa yang tinggi. Sedangkan, kulit wajah yang sensitif memerlukan pH yang netral untuk menjaga kelembaban.

BACA JUGA: Treatment Yang Tepat Untuk Cegah Munculnya Jerawat Di Wajah Mulusmu, Apa Ya?

2. Mengikis Lemak Yang Diperlukan Kulit Wajah
Penggunaan sabun mandi untuk wajah kurang aman, karena sabun mandi yang kita gunakan sebenarnya versi ringan dari deterjen. Sabun mandi juga mengandung bahan SLS (Sodium Lauryl Sulfate). SLS berfungsi sebagai pembersih, yang dapat menghilangkan kuman dan bakteri berbahaya, serta sel-sel kulit mati yang menempel di tubuh.  Sifatnya sebagai zat pembersih ini akan meluruhkan dan menghilangkan lemak-lemak pada kulit wajah, sehingga kulit mom nggak akan kering dan kusam.

3. Lemak Wajah Berfungsi Untuk Melindungi Kulit Dari Berbagai Infeksi
Selain untuk menjaga kelembaban, lemak pada kulit wajah juga berfungsi untuk melindungi kulit kita dari berbagai infeksi. Lemak di kulit wajah ini bisa terkikis karena kandungan dalam sabun mandi, sehingga membuat kulit wajah menjadi lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi.

4. Kulit Kering Lebih Berisiko Mengalami Penuaan Dini
Selain SLS, sabun mandi juga mengandung  soda kausatik dan berbagai bahan kimia lain. Seperti petroleum, synthetic chemical, dan petrochemical yang membuat kulit mudah kering, kusam, dan keriput. pH sabun mandi yang tinggi juga akan membuat kulit dehidrasi. Kulit wajah yang dehidrasi akan terasa begitu kencang, sampai menimbulkan efek seperti ditarik saat kita bicara atau tertawa. Jika kebiasaan membersihkan wajah dengan sabun mandi terus dilakukan, maka risiko penuaan dini akan mengancam mom.

5. Sabun Mandi Dapat Menyumbat Pori-Pori Wajah
Harus kamu tahu nih, bahwa bahan kimia dan lemak hewan yang biasanya terdapat di sabun mandi ternyata dapat menyumbat pori-pori kulit wajah. Debu, kotoran dan minyak di wajah memang dapat hilang dengan sabun mandi, namun kandungan di dalam sabun mandi dapat menyumbat pori-pori wajah sehingga menyebabkan munculnya komedo dan jerawat.

Nah, mom sekarang sudah lebih paham amankah penggunaan sabun mandi untuk wajah, kan? Betul jika sabun mandi akan menghilangkan debu, kuman dan kotoran dari kulit mom, termasuk jika digunakan pada wajah. Namun, sabun mandi justru akan membuat kulit wajah semakin kering, kusam, dan iritasi. Aktivitas membersihkan wajah agar wajah terlihat bersih dan cerah, justru merusak kulit wajah dan mengancam terjadi penuaan dini. Jadi kurang tepat yah membersihkan wajah dengan sabun mandi. Mulai sekarang, yuk bersihkan wajah dengan cara yang tepat dan benar! Baik dengan sabun wajah yang sesuai dengan kondisi kulit mom atau dengan bahan-bahan alami, seperti madu, kopi, sayur atau buah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *